Dinas Arpusda Kudus raih Best of The Best Ajang Peer Learning Meeting Nasional 2023 Yogyakarta

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakhoris (foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bertempat di Hotel Alana Yogyakarta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpusda) Kabupaten Kudus raih dua penghargaan sekaligus pada Pajang Peer Learning Meeting (PLM) Nasional 2023 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada Kamis (21/9) lalu.

Ada dua penghargaan yang diperoleh Dinas Arpusda Kudus yakni pertama, sebagai Best of the Best Dinas Perpustakaan di Indonesia dengan capaian implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di tingkat Kabupaten/Kota, Desa/Kelurahan.

Kedua, Dinas Arpusda Kudus juga raih penghargaan sebagai Fasilitator daerah of the year dalam program yang sama dari Perpustakaan Nasional yakni Ninik Mustikawati, Kepala Sub Koordinasi Perpustakaan dan Pustakawan Ahli di Dinas Arpusda Kudus.

Kedua penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando di Yogyakarta.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakhoris mengaku bangga dengan kekompakan dari para pegawai yang telah mengantarkan Perpusda Kudus meraih prestasi di tingkat nasional.

Capaian ini, kata Sam’ani, harus manjadi cambuk bagi jajaran pegawai di Dinas Arpusda untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan tugas. Terutama, dalam mengajak masyarakat untuk gemar membaca dan literasi.

“Ini sebagai capaian kinerja teman-teman semuanya, ini sebagai cambuk kita, sebagai pemicu kita untuk selalu tambah semangat untuk bekerja lagi melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” katanya, Selasa (26/09/2023).

Pihaknya menyampaikan bahwa Dinas Arpusda selalu menerapkan slogan “Hayati” yakni Hadir Layani dengan Simpati. Dengan begitu, ajakan untuk mensukseskan gerakan literasi di Kudus bisa terlaksana dengan maksimal.

“Sehingga gemar membaca meningkat, literasi juga meningkat, nanti berdampak korelasi dengan penurunan stunting, penurunan kemiskinan ekstrim dan kondusifitas wilayah Tentunya dengan membaca buku-buku yang relevan dengan itu,” katanya.

Ditempat yang sama, Ninik Mustikawati, peraih Fasilitator Daerah of The Year dalam program tahunan yang digelar oleh Perpustakaan Nasional mengatakan, PLM Nasional merupakan kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang dilaksanakan rutin tiap tahun.

“Kali ini mengusung tema Menguatkan Literasi menuju Masyarakat Sejahtera melalui Perpustakaan Kreatif dan Inovatif, diikuti 1.100 peserta yang merupakan perwakilan perpustakaan daerah dan perpustakaan mitra di seluruh Indonesia. Fasilitator Daerah of The Year itu diambil 5 orang se-Indonesia,” kata Ninik.

Penghargaan itu berhasil diraih, lanjut Ninik, karena dirinya berhasil menjalankan program menjadi fasilitator di perpustakaan yang ada di Kudus, khususnya perpustakaan desa, dengan penerapan replika inklusi sosial.

“Melalui Literasi Terapan dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sejak 2018, masyarakat yang termarjinalkan bisa meningkatkan kualitas hidupnya, baik dari pengetahuan juga kesejahteraannya, dengan belajar secara kontekstual di pada ruang-ruang literasi terapan,” ujarnya.

Ada 12 perpustakaan desa yang telah menerapkan program replika inklusi sosial. Antara lain, di desa Loram Wetan, Tumpang Krasak, Janggalan, Jati Kulon, Gulang, Kedungdowo, Undaan Tengah, Margorejo, Bae, Pasuruhan Lor, Padurenan, Gondosari.

“Kita bisa memfasilitasi itu secara mandiri itu sudah kita lakukan mulai 2021,” tandasnya. (YM/YM)

SOURCE : https://isknews.com/dinas-arpusda-kudus-raih-best-of-the-best-ajang-peer-learning-meeting-nasional-2023-yogyakarta/

Bagikan Berita

Berita Lainnya

Link terkait

Kategori
Arsip
Juni 2024
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930